KUNJUNGAN
DI SLBN 1 LOURA
PEMERINTAH
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH
KEJURUAN (SMK) NEGERI 1 WEWEWA BARAT
Jalan Lintas
Waitabula-Waimangura, Desa Waimangura Kac. Wewewa Barat, Kab. Sumba Barat Daya-NTT
A.
Kata
Pengantar
Sekolah
Luar Biasa (SLB) adalah sekolah untuk anak-anak berpendidikan khusus. Berbicara
tentang SLB, tidak akan lepas dari keberadaan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus),
ABK ialah anak yang memiliki grafik perkembangan yang berbeda dengan anak
normal. SLB biasanya memiliki fasilitas-fasilitas yang tidak biasa dimiliki
oleh sekolah pada umumnya, dikarenakan fungsinya dari sekolah itu sendiri yang
memang hanya akan memberikan pengajaran sesuai dengan kemampuan anak-anak
berkebutuhan khusus. Misalnya, ruang bina komunikasi dan persepsi bunyi dan
irama, ruang bina persepsi bunyi dan bicara, ruang keterampilan dan lainlain.
Ruangan-ruangan tersebut hampir mirip dengan ruangan kelas pada sekolahsekolah
pada umumnya tetapi didukung dengan alat-alat yang dapat membantu para anak
berkebutuhan khusus (ABK) untuk menangkap pelajaran yang diberikan. Berbeda
dengan di negara lain Sekolah Luar Biasa (SLB) di Indonesia terutama di Jakarta
tidak memiliki fasilitas yang cukup dan desain ruangan yang baik untuk
mendukung dan meningkatkan keinginan belajar para anak berkebutuhan khusus.
Menurut data dari tim Nasional Percepatan Panggulangan Kemiskinan (TNP2K) tahun
2011, jumlah anak berkebutuhan khusus di Indonesia adalah sekitar 18.000 anak
dengan jumlah seperti ini Sekolah Luar Biasa (SLB) harus memiliki
fasilitas-fasilitas yang dapat membantu mereka dalam belajar agar dapat
mengembangkan kemampuan mereka.
Waimangura,
17 Maret 2023
Mariana Yunite Dendo, S.Pd , Gr
Nip: 19870601 2001101 2 019
BAB
1
PENDAHULUAN
A.
Tujuan Kegiatan
Tujuan
kami melakukan kunjungan ke SLB Negeri 1
Loura (Sekolah Luar Biasa) adalah untuk berbagi kasih terhadap sesama kita, memberikan sedikit dari
apa yang kami punya kepada saudara” kita yang membutuhkan, dan kami dari pihak
sekolah SMKN 1 Wewewa Barat mengadakan kegiatan tersebut pada tanggal 14
Februari 2023, bersama beberapa Guru untuk melalukan kunjungan kasih di SLB N 1
Loura dan puji Tuhan semua guru-guru di
SLB dan seluruh siswa menerima kami
dengan suka cita dan damai sejahtera.
B.
Susunan Acara
Ibu Lita: MC
Ibu Icce: Pembawa Acara
Ibu inna: Doa Pembuka
Ibu Presil : Pemandu Game
Ibu Juliana: Kameramen
BAB 2
PEMBAHASAN
Sangatlah Penting untuk Membangun
Hubungan yang Normal dengan Tuhan
Cara orang percaya
kepada Tuhan, mengasihi Tuhan, dan memuaskan Tuhan adalah dengan menyentuh Roh
Tuhan dengan hati mereka dan dengan demikian memperoleh kepuasan-Nya, dan
dengan menggunakan hati mereka untuk merenungkan firman Tuhan dan dengan
demikian mereka digerakkan oleh Roh Tuhan. Jika engkau ingin mencapai kehidupan
rohani yang normal dan membangun hubungan yang normal dengan Tuhan, engkau
harus terlebih dahulu memberikan hatimu kepada-Nya. Setelah engkau menenangkan
hatimu di hadapan Tuhan dan mencurahkan segenap hatimu kepada-Nya, barulah
engkau dapat secara berangsur-angsur membangun kehidupan rohani yang normal.
Jika dalam kepercayaan orang kepada Tuhan, mereka tidak memberikan hati mereka
kepada-Nya dan jika hati mereka tidak berada di dalam Dia dan tidak
memperlakukan beban-Nya sebagai beban mereka sendiri, maka segala sesuatu yang
mereka lakukan adalah tindakan yang mendustai Tuhan, tindakan yang khas
dilakukan oleh orang-orang agamawi, dan tidak dapat menerima pujian dari Tuhan.
Tuhan tidak dapat memperoleh apa pun dari orang semacam ini; orang semacam ini
hanya dapat berfungsi sebagai kontras bagi pekerjaan Tuhan, seperti dekorasi
dalam rumah Tuhan, sesuatu yang berlebihan dan tidak berguna. Tuhan tidak
memakai orang seperti ini. Dalam diri orang seperti ini, bukan saja tidak ada
sedikit pun kesempatan bagi Roh Kudus untuk bekerja, tetapi mereka juga tidak
bernilai sedikit pun untuk disempurnakan. Tipe orang ini, sebenarnya, adalah
mayat berjalan. Orang-orang semacam itu tidak memiliki apa pun yang dapat
digunakan oleh Roh Kudus, tetapi sebaliknya, mereka semua telah dikuasai dan
sangat dalam dirusak oleh Iblis. Tuhan akan mengusir orang-orang ini. Sekarang
ini, dalam memakai manusia, Roh Kudus tidak hanya memakai bagian-bagian yang
diinginkan dari mereka untuk menyelesaikan sesuatu, Dia juga menyempurnakan dan
mengubah bagian-bagian yang tidak diinginkan dari mereka. Jika hatimu dapat
dicurahkan kepada Tuhan dan tetap tenang di hadapan-Nya, engkau akan memiliki
kesempatan dan kualifikasi untuk dipakai oleh Roh Kudus, untuk menerima
pencerahan dan penerangan Roh Kudus, dan bahkan terlebih lagi, engkau akan
memiliki kesempatan untuk Roh Kudus memperbaiki kekuranganmu. Ketika engkau
memberikan hatimu kepada Tuhan, pada sisi positif, engkau bisa mencapai jalan
masuk yang lebih dalam dan mendapatkan wawasan yang lebih tinggi; pada sisi
negatif, engkau akan memiliki lebih banyak pemahaman mengenai kesalahan dan
kekuranganmu sendiri, engkau akan lebih bersemangat dalam upayamu memuaskan
kehendak Tuhan, dan engkau tidak akan pasif, melainkan akan masuk secara aktif.
Dengan demikian, engkau akan menjadi orang yang tepat. Dengan asumsi bahwa
hatimu mampu untuk tetap tenang di hadapan Tuhan, kunci mengenai apakah engkau
menerima pujian dari Roh Kudus atau tidak dan apakah engkau menyenangkan Tuhan
atau tidak, terletak pada apakah engkau dapat masuk secara aktif. Ketika Roh
Kudus mencerahkan seseorang dan memakainya, hal itu tidak pernah membuat orang
tersebut menjadi negatif, tetapi akan selalu membuat mereka maju secara aktif.
Meskipun orang ini memiliki kelemahan, dia mampu menghindarkan dirinya agar
tidak menjalani kehidupan berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut. Mereka
mampu menghindarkan tertundanya pertumbuhan dalam hidup mereka, dan terus
berupaya untuk memuaskan kehendak Tuhan. Ini adalah sebuah standar. Jika engkau
mampu mencapai standar ini, itu cukup membuktikan bahwa engkau telah memperoleh
hadirat Roh Kudus. Jika orang selalu negatif, dan jika bahkan setelah menerima
pencerahan dan mulai mengenal diri sendiri, mereka tetap negatif dan pasif dan
tidak mampu bangkit dan bertindak sejalan dengan Tuhan, maka orang jenis ini
adalah orang yang sekadar menerima kasih karunia Tuhan, tetapi Roh Kudus tidak
menyertai mereka. Ketika orang bersikap negatif, ini berarti bahwa hati mereka
belum berbalik kepada Tuhan dan roh mereka belum digerakkan oleh Roh Tuhan. Hal
ini seharusnya dipahami oleh semua orang.
Dapat dilihat dari
pengalaman bahwa salah satu persoalan terpenting adalah bahwa orang haruslah
menenangkan hatinya di hadapan Tuhan. Ini adalah persoalan yang menyangkut
kehidupan rohani manusia dan pertumbuhan mereka dalam kehidupan. Hanya jika
hatimu damai di hadapan Tuhan, upayamu mengejar kebenaran dan perubahan dalam
watakmu akan membuahkan hasil. Karena engkau datang ke hadapan Tuhan dengan
membawa beban, dan karena engkau selalu merasa banyak sekali kekuranganmu,
bahwa ada banyak kebenaran yang perlu kauketahui, banyak realitas yang perlu
kaualami, dan bahwa engkau seharusnya memusatkan perhatianmu seluruhnya pada
kehendak Tuhan—hal-hal ini selalu ada dalam pikiranmu. Seolah-olah semua itu
menekanmu begitu kuat sampai engkau merasa sulit bernapas, dan karenanya engkau
merasakan beban berat di hatimu (meskipun engkau tidak berada dalam keadaan
negatif). Hanya orang-orang seperti inilah yang memenuhi syarat untuk menerima
pencerahan dari firman Tuhan dan digerakkan oleh Roh Tuhan. Karena beban
merekalah, karena hati mereka yang berat, dan, dapat dikatakan, karena harga
yang telah mereka bayar serta siksaan yang telah mereka derita di hadapan
Tuhanlah mereka menerima penerangan dan pencerahan-Nya. Karena Tuhan tidak
memberi perlakuan khusus kepada siapa pun. Dia selalu adil dalam memperlakukan
orang, tetapi Dia juga tidak memberi kepada orang secara asal-asalan atau tanpa
syarat. Ini merupakan salah satu aspek dari watak-Nya yang benar. Dalam
kehidupan nyata, kebanyakan orang belum mencapai ranah ini. Paling tidak, hati
mereka belum sepenuhnya berbalik kepada Tuhan, dan dengan demikian belum
terjadi perubahan besar dalam watak hidup mereka. Ini dikarenakan mereka
sekadar hidup dalam kasih karunia Tuhan, tetapi belum memperoleh pekerjaan Roh
Kudus. Kriteria yang harus dipenuhi manusia agar dipakai oleh Tuhan adalah
sebagai berikut: hati mereka berpaling kepada Tuhan, mereka memikul beban
firman Tuhan, mereka memiliki hati yang rindu, dan mereka memiliki tekad untuk
mencari kebenaran. Hanya orang-orang seperti inilah yang bisa mendapatkan
pekerjaan Roh Kudus dan sering memperoleh pencerahan serta penerangan. Orang-orang
yang dipakai Tuhan secara lahiriah kelihatannya tidak rasional dan tidak
memiliki hubungan yang normal dengan orang lain, walaupun mereka bertutur kata
sopan, tidak bicara sembarangan, dan selalu mempertahankan hati yang tenang di
hadapan Tuhan. Inilah justru jenis orang yang memadai untuk dipakai oleh Roh
Kudus. Orang "tidak rasional" yang dibicarakan Tuhan ini kelihatannya
tidak memiliki hubungan yang normal dengan orang lain dan mereka tidak menaruh
perhatian pada kasih lahiriah atau tindakan lahiriah, tetapi ketika mereka
menyampaikan hal-hal rohani, mereka dapat membuka hati dan tanpa pamrih
membekali orang lain dengan penerangan dan pencerahan yang telah mereka peroleh
dari pengalaman nyata mereka di hadapan Tuhan. Beginilah cara mereka mengungkapkan
kasih mereka kepada Tuhan dan memuaskan kehendak Tuhan. Ketika orang lain
memfitnah dan mengolok-olok mereka, mereka mampu menghindarkan diri mereka dari
dikuasai oleh orang, kejadian, atau hal-hal di luar, dan tetap dapat tenang di
hadapan Tuhan. Orang seperti itu tampaknya memiliki wawasan unik mereka
sendiri. Apa pun yang orang lain lakukan, hati mereka tidak pernah meninggalkan
Tuhan. Ketika orang lain sedang mengobrol penuh canda dan tawa riang, hati
mereka tetap berada di hadapan Tuhan, merenungkan firman Tuhan atau dalam
keheningan mereka berdoa dalam hati kepada Tuhan dan mencari maksud-maksud
Tuhan. Mereka tidak pernah mementingkan tentang menjaga hubungan yang normal
dengan orang lain. Orang seperti itu tampaknya tidak memiliki falsafah untuk
hidup. Secara lahiriah, orang ini tampak lincah, membuat orang ingin
menyayanginya, dan polos, tetapi ia pun memiliki ketenangan. Inilah gambaran
dari jenis orang yang dipakai oleh Tuhan. Hal-hal seperti falsafah hidup atau
"nalar biasa" sama sekali tidak bekerja dalam diri orang semacam ini;
inilah tipe orang yang telah mencurahkan segenap hatinya untuk firman Tuhan,
dan tampaknya hanya ada Tuhan di dalam hati mereka. Inilah tipe orang yang
dimaksudkan Tuhan sebagai orang yang "tanpa nalar," dan justru orang
seperti inilah yang dipakai oleh Tuhan. Tanda seseorang yang dipakai oleh Tuhan
adalah: kapan pun dan di mana pun, hati mereka selalu berada di hadapan Tuhan,
dan sehina apa pun orang lain atau sebanyak apa pun orang lain menuruti hawa
nafsu dan keinginan daging mereka, hati orang ini tetap tidak pernah
meninggalkan Tuhan dan mereka tidak ikut arus. Hanya tipe orang seperti ini
yang cocok untuk dipakai Tuhan, dan hanya tipe orang ini yang disempurnakan
oleh Roh Kudus. Kalau engkau tidak mampu mencapai hal-hal ini, engkau tidak
memenuhi syarat untuk didapatkan oleh Tuhan dan disempurnakan oleh Roh Kudus.
Jika engkau ingin
memiliki hubungan yang normal dengan Tuhan, hatimu harus berpaling kepada
Tuhan. Dengan ini sebagai dasar, engkau juga akan memiliki hubungan yang normal
dengan orang lain. Jika engkau tidak memiliki hubungan yang normal dengan
Tuhan, maka apa pun yang engkau lakukan untuk mempertahankan hubunganmu dengan
orang lain, sekeras apa pun engkau bekerja, atau sebanyak apa pun energi yang
engkau kerahkan, semua itu hanya berkaitan dengan falsafah hidup manusia.
Engkau sedang mempertahankan posisimu di tengah khalayak melalui sudut pandang
manusia dan falsafah manusia sehingga orang akan memujimu, tetapi engkau tidak
sedang mengikuti firman Tuhan untuk membangun hubungan yang normal dengan orang
lain. Jika engkau tidak berfokus pada hubunganmu dengan orang lain tetapi
mempertahankan hubungan yang normal dengan Tuhan, jika engkau bersedia
memberikan hatimu kepada Tuhan dan belajar menaati-Nya, maka secara alami
hubunganmu dengan semua orang akan menjadi normal. Dengan demikian, hubungan
ini tidak dibangun dalam daging, melainkan di atas dasar kasih Tuhan. Hampir
tidak ada interaksi daging, tetapi di dalam roh ada persekutuan dan ada saling
mengasihi, saling menghibur, dan saling membekali. Semua ini dilakukan di atas
dasar hati yang memuaskan Tuhan. Hubungan ini tidak dipertahankan dengan
mengandalkan falsafah hidup manusia, tetapi terbentuk secara alami melalui
memikul beban bagi Tuhan. Hubungan ini tidak membutuhkan upaya manusia. Engkau
hanya perlu melakukan penerapan sesuai dengan prinsip-prinsip firman Tuhan.
Maukah engkau mempertimbangkan kehendak Tuhan? Maukah engkau menjadi seseorang
"tanpa nalar" di hadapan Tuhan? Maukah engkau menyerahkan hatimu
sepenuhnya kepada Tuhan, dan mengabaikan posisimu di tengah manusia? Dari
antara semua orang yang berhubungan denganmu, dengan siapakah engkau memiliki
hubungan terbaik? Dengan siapakah engkau memiliki hubungan terburuk? Apakah
hubunganmu dengan orang lain normal? Apakah engkau memperlakukan semua orang
dengan setara? Apakah hubunganmu dengan orang lain dipertahankan sesuai dengan
falsafah hidupmu, ataukah dibangun di atas dasar kasih Tuhan? Jika orang tidak
memberikan hatinya kepada Tuhan, roh mereka menjadi tumpul, mati rasa, dan
tidak sadar. Orang semacam ini tidak akan pernah mengerti firman Tuhan dan
tidak akan pernah memiliki hubungan yang normal dengan Tuhan; watak orang
semacam ini tidak akan pernah berubah. Perubahan watak seseorang merupakan proses
memberikan hati sepenuhnya kepada Tuhan dan menerima pencerahan serta
penerangan dari firman Tuhan. Pekerjaan Tuhan dapat memungkinkan orang untuk
masuk secara aktif, juga memampukan mereka untuk membersihkan aspek negatif
mereka setelah memperoleh pengetahuan tentang hal-hal itu. Ketika engkau
mencapai titik di mana engkau memberikan hatimu kepada Tuhan, engkau akan mampu
merasakan setiap gerakan halus dalam rohmu, dan engkau akan mengetahui setiap
pencerahan dan penerangan yang engkau terima dari Tuhan. Berpeganglah pada hal
ini, dan secara bertahap engkau akan memasuki jalan disempurnakan oleh Roh
Kudus. Semakin hatimu dapat tenang di hadapan Tuhan, semakin rohmu peka dan
lembut, dan semakin rohmu mampu merasakan bagaimana Roh Kudus menggerakkannya, dan
kemudian hubunganmu dengan Tuhan akan menjadi semakin normal. Hubungan yang
normal di antara manusia dibangun di atas dasar penyerahan hati mereka kepada
Tuhan, dan bukan melalui upaya manusia. Tanpa Tuhan di dalam hati mereka,
hubungan antarpribadi di antara manusia hanyalah hubungan daging. Hubungan itu
tidak normal, melainkan menuruti hawa nafsu. Semua itu adalah hubungan yang
dibenci Tuhan dan menjijikkan bagi Dia. Jika engkau mengatakan bahwa rohmu
telah digerakkan, tetapi engkau selalu ingin bersekutu dengan orangorang yang
kausukai, dengan siapa pun yang engkau kagumi, sedangkan jika ada orang yang
sedang mencari tetapi engkau tidak menyukai mereka, engkau berprasangka buruk
dan tidak ingin terlibat dengan mereka, ini semakin membuktikan bahwa engkau
orang yang dikuasai emosimu dan engkau tidak sama sekali memiliki hubungan yang
normal dengan Tuhan. Engkau sedang berusaha membohongi Tuhan dan menutupi
keburukanmu sendiri. Bahkan sekalipun engkau dapat membagikan sedikit
pemahamanmu, tetapi jika niatmu salah, semua yang engkau lakukan hanya baik
menurut standar manusia. Tuhan tidak akan memujimu—engkau sedang bertindak
sesuai dengan keinginan daging, bukan sesuai dengan beban Tuhan. Jika engkau
mampu menenangkan hatimu di hadapan Tuhan dan memiliki interaksi yang normal
dengan semua orang yang mengasihi Tuhan, barulah engkau layak untuk dipakai
oleh Tuhan. Dengan demikian, bagaimanapun caramu bergaul dengan orang lain, itu
tidak akan berdasarkan pada falsafah kehidupan, melainkan itu berada di hadapan
Tuhan, kehidupan dengan cara yang mempertimbangkan beban-Nya. Berapa banyak
orang di antaramu yang seperti ini? Apakah hubunganmu dengan orang lain
benar-benar normal? Atas dasar apakah hubungan itu dibangun? Berapa banyak
falsafah hidup yang ada di dalam dirimu? Apakah falsafah itu sudah dibuang?
Jika hatimu tidak dapat sepenuhnya berbalik kepada Tuhan, engkau bukan berasal
dari Tuhan—engkau berasal dari Iblis, dan engkau akan dikembalikan kepada Iblis
pada akhirnya. Engkau tidak layak menjadi salah satu umat Tuhan. Semua ini
membutuhkan pertimbanganmu yang saksama.
BAB 3
PENUTUP
Demikian hasil dari laporan kegiatan Kunjungan kasih yang telah kami selenggarakan. Puji
Tuhan secara umum acara berjalan lancar
dan sukses. Mohon maaf apabila dalam penyelenggaraannya terdapat kekurangan.
Kami berharap pembaca bisa
menyampaikan kritik atau saran. Terima kasih.
LAMPIRAN KEGIATAN
SAMBUTAN DARI KEPALA SEKOLAH YANG MEWAKILI
MENAYANGKAN FILM PENDEK TENTANG
MENGASIHI ORANG TUA, SESAMA DAN ALAM SEKITAR
GAME PENGENALAN TUBUH