Kamis, 30 Maret 2023

KUNJUNGAN DI SLBN 1 LOURA

 

KUNJUNGAN DI SLBN 1 LOURA

  

 

 

 

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 1 WEWEWA BARAT

Jalan Lintas Waitabula-Waimangura, Desa Waimangura Kac. Wewewa Barat, Kab. Sumba Barat Daya-NTT

 

 

A.    Kata Pengantar

Sekolah Luar Biasa (SLB) adalah sekolah untuk anak-anak berpendidikan khusus. Berbicara tentang SLB, tidak akan lepas dari keberadaan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus), ABK ialah anak yang memiliki grafik perkembangan yang berbeda dengan anak normal. SLB biasanya memiliki fasilitas-fasilitas yang tidak biasa dimiliki oleh sekolah pada umumnya, dikarenakan fungsinya dari sekolah itu sendiri yang memang hanya akan memberikan pengajaran sesuai dengan kemampuan anak-anak berkebutuhan khusus. Misalnya, ruang bina komunikasi dan persepsi bunyi dan irama, ruang bina persepsi bunyi dan bicara, ruang keterampilan dan lainlain. Ruangan-ruangan tersebut hampir mirip dengan ruangan kelas pada sekolahsekolah pada umumnya tetapi didukung dengan alat-alat yang dapat membantu para anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk menangkap pelajaran yang diberikan. Berbeda dengan di negara lain Sekolah Luar Biasa (SLB) di Indonesia terutama di Jakarta tidak memiliki fasilitas yang cukup dan desain ruangan yang baik untuk mendukung dan meningkatkan keinginan belajar para anak berkebutuhan khusus. Menurut data dari tim Nasional Percepatan Panggulangan Kemiskinan (TNP2K) tahun 2011, jumlah anak berkebutuhan khusus di Indonesia adalah sekitar 18.000 anak dengan jumlah seperti ini Sekolah Luar Biasa (SLB) harus memiliki fasilitas-fasilitas yang dapat membantu mereka dalam belajar agar dapat mengembangkan kemampuan mereka.

Waimangura, 17 Maret 2023



                                                                                                     Waka Bidang Kesiswaan


 

 

Mariana Yunite Dendo, S.Pd , Gr

Nip: 19870601 2001101 2 019

 

BAB 1

PENDAHULUAN

A.    Tujuan Kegiatan

Tujuan kami melakukan kunjungan ke  SLB Negeri 1 Loura (Sekolah Luar Biasa) adalah untuk berbagi kasih terhadap sesama kita, memberikan sedikit dari apa yang kami punya kepada saudara” kita yang membutuhkan, dan kami dari pihak sekolah SMKN 1 Wewewa Barat mengadakan kegiatan tersebut pada tanggal 14 Februari 2023, bersama beberapa Guru untuk melalukan kunjungan kasih di SLB N 1 Loura  dan puji Tuhan semua guru-guru di SLB dan seluruh  siswa menerima kami dengan  suka cita dan damai sejahtera.

B.     Susunan Acara

Ibu Lita: MC

Ibu Icce: Pembawa Acara

Ibu inna: Doa Pembuka

Ibu Presil : Pemandu Game

Ibu Juliana: Kameramen

 

 

  

BAB 2

PEMBAHASAN

Sangatlah Penting untuk Membangun Hubungan yang Normal dengan Tuhan

Cara orang percaya kepada Tuhan, mengasihi Tuhan, dan memuaskan Tuhan adalah dengan menyentuh Roh Tuhan dengan hati mereka dan dengan demikian memperoleh kepuasan-Nya, dan dengan menggunakan hati mereka untuk merenungkan firman Tuhan dan dengan demikian mereka digerakkan oleh Roh Tuhan. Jika engkau ingin mencapai kehidupan rohani yang normal dan membangun hubungan yang normal dengan Tuhan, engkau harus terlebih dahulu memberikan hatimu kepada-Nya. Setelah engkau menenangkan hatimu di hadapan Tuhan dan mencurahkan segenap hatimu kepada-Nya, barulah engkau dapat secara berangsur-angsur membangun kehidupan rohani yang normal. Jika dalam kepercayaan orang kepada Tuhan, mereka tidak memberikan hati mereka kepada-Nya dan jika hati mereka tidak berada di dalam Dia dan tidak memperlakukan beban-Nya sebagai beban mereka sendiri, maka segala sesuatu yang mereka lakukan adalah tindakan yang mendustai Tuhan, tindakan yang khas dilakukan oleh orang-orang agamawi, dan tidak dapat menerima pujian dari Tuhan. Tuhan tidak dapat memperoleh apa pun dari orang semacam ini; orang semacam ini hanya dapat berfungsi sebagai kontras bagi pekerjaan Tuhan, seperti dekorasi dalam rumah Tuhan, sesuatu yang berlebihan dan tidak berguna. Tuhan tidak memakai orang seperti ini. Dalam diri orang seperti ini, bukan saja tidak ada sedikit pun kesempatan bagi Roh Kudus untuk bekerja, tetapi mereka juga tidak bernilai sedikit pun untuk disempurnakan. Tipe orang ini, sebenarnya, adalah mayat berjalan. Orang-orang semacam itu tidak memiliki apa pun yang dapat digunakan oleh Roh Kudus, tetapi sebaliknya, mereka semua telah dikuasai dan sangat dalam dirusak oleh Iblis. Tuhan akan mengusir orang-orang ini. Sekarang ini, dalam memakai manusia, Roh Kudus tidak hanya memakai bagian-bagian yang diinginkan dari mereka untuk menyelesaikan sesuatu, Dia juga menyempurnakan dan mengubah bagian-bagian yang tidak diinginkan dari mereka. Jika hatimu dapat dicurahkan kepada Tuhan dan tetap tenang di hadapan-Nya, engkau akan memiliki kesempatan dan kualifikasi untuk dipakai oleh Roh Kudus, untuk menerima pencerahan dan penerangan Roh Kudus, dan bahkan terlebih lagi, engkau akan memiliki kesempatan untuk Roh Kudus memperbaiki kekuranganmu. Ketika engkau memberikan hatimu kepada Tuhan, pada sisi positif, engkau bisa mencapai jalan masuk yang lebih dalam dan mendapatkan wawasan yang lebih tinggi; pada sisi negatif, engkau akan memiliki lebih banyak pemahaman mengenai kesalahan dan kekuranganmu sendiri, engkau akan lebih bersemangat dalam upayamu memuaskan kehendak Tuhan, dan engkau tidak akan pasif, melainkan akan masuk secara aktif. Dengan demikian, engkau akan menjadi orang yang tepat. Dengan asumsi bahwa hatimu mampu untuk tetap tenang di hadapan Tuhan, kunci mengenai apakah engkau menerima pujian dari Roh Kudus atau tidak dan apakah engkau menyenangkan Tuhan atau tidak, terletak pada apakah engkau dapat masuk secara aktif. Ketika Roh Kudus mencerahkan seseorang dan memakainya, hal itu tidak pernah membuat orang tersebut menjadi negatif, tetapi akan selalu membuat mereka maju secara aktif. Meskipun orang ini memiliki kelemahan, dia mampu menghindarkan dirinya agar tidak menjalani kehidupan berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut. Mereka mampu menghindarkan tertundanya pertumbuhan dalam hidup mereka, dan terus berupaya untuk memuaskan kehendak Tuhan. Ini adalah sebuah standar. Jika engkau mampu mencapai standar ini, itu cukup membuktikan bahwa engkau telah memperoleh hadirat Roh Kudus. Jika orang selalu negatif, dan jika bahkan setelah menerima pencerahan dan mulai mengenal diri sendiri, mereka tetap negatif dan pasif dan tidak mampu bangkit dan bertindak sejalan dengan Tuhan, maka orang jenis ini adalah orang yang sekadar menerima kasih karunia Tuhan, tetapi Roh Kudus tidak menyertai mereka. Ketika orang bersikap negatif, ini berarti bahwa hati mereka belum berbalik kepada Tuhan dan roh mereka belum digerakkan oleh Roh Tuhan. Hal ini seharusnya dipahami oleh semua orang.

Dapat dilihat dari pengalaman bahwa salah satu persoalan terpenting adalah bahwa orang haruslah menenangkan hatinya di hadapan Tuhan. Ini adalah persoalan yang menyangkut kehidupan rohani manusia dan pertumbuhan mereka dalam kehidupan. Hanya jika hatimu damai di hadapan Tuhan, upayamu mengejar kebenaran dan perubahan dalam watakmu akan membuahkan hasil. Karena engkau datang ke hadapan Tuhan dengan membawa beban, dan karena engkau selalu merasa banyak sekali kekuranganmu, bahwa ada banyak kebenaran yang perlu kauketahui, banyak realitas yang perlu kaualami, dan bahwa engkau seharusnya memusatkan perhatianmu seluruhnya pada kehendak Tuhan—hal-hal ini selalu ada dalam pikiranmu. Seolah-olah semua itu menekanmu begitu kuat sampai engkau merasa sulit bernapas, dan karenanya engkau merasakan beban berat di hatimu (meskipun engkau tidak berada dalam keadaan negatif). Hanya orang-orang seperti inilah yang memenuhi syarat untuk menerima pencerahan dari firman Tuhan dan digerakkan oleh Roh Tuhan. Karena beban merekalah, karena hati mereka yang berat, dan, dapat dikatakan, karena harga yang telah mereka bayar serta siksaan yang telah mereka derita di hadapan Tuhanlah mereka menerima penerangan dan pencerahan-Nya. Karena Tuhan tidak memberi perlakuan khusus kepada siapa pun. Dia selalu adil dalam memperlakukan orang, tetapi Dia juga tidak memberi kepada orang secara asal-asalan atau tanpa syarat. Ini merupakan salah satu aspek dari watak-Nya yang benar. Dalam kehidupan nyata, kebanyakan orang belum mencapai ranah ini. Paling tidak, hati mereka belum sepenuhnya berbalik kepada Tuhan, dan dengan demikian belum terjadi perubahan besar dalam watak hidup mereka. Ini dikarenakan mereka sekadar hidup dalam kasih karunia Tuhan, tetapi belum memperoleh pekerjaan Roh Kudus. Kriteria yang harus dipenuhi manusia agar dipakai oleh Tuhan adalah sebagai berikut: hati mereka berpaling kepada Tuhan, mereka memikul beban firman Tuhan, mereka memiliki hati yang rindu, dan mereka memiliki tekad untuk mencari kebenaran. Hanya orang-orang seperti inilah yang bisa mendapatkan pekerjaan Roh Kudus dan sering memperoleh pencerahan serta penerangan. Orang-orang yang dipakai Tuhan secara lahiriah kelihatannya tidak rasional dan tidak memiliki hubungan yang normal dengan orang lain, walaupun mereka bertutur kata sopan, tidak bicara sembarangan, dan selalu mempertahankan hati yang tenang di hadapan Tuhan. Inilah justru jenis orang yang memadai untuk dipakai oleh Roh Kudus. Orang "tidak rasional" yang dibicarakan Tuhan ini kelihatannya tidak memiliki hubungan yang normal dengan orang lain dan mereka tidak menaruh perhatian pada kasih lahiriah atau tindakan lahiriah, tetapi ketika mereka menyampaikan hal-hal rohani, mereka dapat membuka hati dan tanpa pamrih membekali orang lain dengan penerangan dan pencerahan yang telah mereka peroleh dari pengalaman nyata mereka di hadapan Tuhan. Beginilah cara mereka mengungkapkan kasih mereka kepada Tuhan dan memuaskan kehendak Tuhan. Ketika orang lain memfitnah dan mengolok-olok mereka, mereka mampu menghindarkan diri mereka dari dikuasai oleh orang, kejadian, atau hal-hal di luar, dan tetap dapat tenang di hadapan Tuhan. Orang seperti itu tampaknya memiliki wawasan unik mereka sendiri. Apa pun yang orang lain lakukan, hati mereka tidak pernah meninggalkan Tuhan. Ketika orang lain sedang mengobrol penuh canda dan tawa riang, hati mereka tetap berada di hadapan Tuhan, merenungkan firman Tuhan atau dalam keheningan mereka berdoa dalam hati kepada Tuhan dan mencari maksud-maksud Tuhan. Mereka tidak pernah mementingkan tentang menjaga hubungan yang normal dengan orang lain. Orang seperti itu tampaknya tidak memiliki falsafah untuk hidup. Secara lahiriah, orang ini tampak lincah, membuat orang ingin menyayanginya, dan polos, tetapi ia pun memiliki ketenangan. Inilah gambaran dari jenis orang yang dipakai oleh Tuhan. Hal-hal seperti falsafah hidup atau "nalar biasa" sama sekali tidak bekerja dalam diri orang semacam ini; inilah tipe orang yang telah mencurahkan segenap hatinya untuk firman Tuhan, dan tampaknya hanya ada Tuhan di dalam hati mereka. Inilah tipe orang yang dimaksudkan Tuhan sebagai orang yang "tanpa nalar," dan justru orang seperti inilah yang dipakai oleh Tuhan. Tanda seseorang yang dipakai oleh Tuhan adalah: kapan pun dan di mana pun, hati mereka selalu berada di hadapan Tuhan, dan sehina apa pun orang lain atau sebanyak apa pun orang lain menuruti hawa nafsu dan keinginan daging mereka, hati orang ini tetap tidak pernah meninggalkan Tuhan dan mereka tidak ikut arus. Hanya tipe orang seperti ini yang cocok untuk dipakai Tuhan, dan hanya tipe orang ini yang disempurnakan oleh Roh Kudus. Kalau engkau tidak mampu mencapai hal-hal ini, engkau tidak memenuhi syarat untuk didapatkan oleh Tuhan dan disempurnakan oleh Roh Kudus.

Jika engkau ingin memiliki hubungan yang normal dengan Tuhan, hatimu harus berpaling kepada Tuhan. Dengan ini sebagai dasar, engkau juga akan memiliki hubungan yang normal dengan orang lain. Jika engkau tidak memiliki hubungan yang normal dengan Tuhan, maka apa pun yang engkau lakukan untuk mempertahankan hubunganmu dengan orang lain, sekeras apa pun engkau bekerja, atau sebanyak apa pun energi yang engkau kerahkan, semua itu hanya berkaitan dengan falsafah hidup manusia. Engkau sedang mempertahankan posisimu di tengah khalayak melalui sudut pandang manusia dan falsafah manusia sehingga orang akan memujimu, tetapi engkau tidak sedang mengikuti firman Tuhan untuk membangun hubungan yang normal dengan orang lain. Jika engkau tidak berfokus pada hubunganmu dengan orang lain tetapi mempertahankan hubungan yang normal dengan Tuhan, jika engkau bersedia memberikan hatimu kepada Tuhan dan belajar menaati-Nya, maka secara alami hubunganmu dengan semua orang akan menjadi normal. Dengan demikian, hubungan ini tidak dibangun dalam daging, melainkan di atas dasar kasih Tuhan. Hampir tidak ada interaksi daging, tetapi di dalam roh ada persekutuan dan ada saling mengasihi, saling menghibur, dan saling membekali. Semua ini dilakukan di atas dasar hati yang memuaskan Tuhan. Hubungan ini tidak dipertahankan dengan mengandalkan falsafah hidup manusia, tetapi terbentuk secara alami melalui memikul beban bagi Tuhan. Hubungan ini tidak membutuhkan upaya manusia. Engkau hanya perlu melakukan penerapan sesuai dengan prinsip-prinsip firman Tuhan. Maukah engkau mempertimbangkan kehendak Tuhan? Maukah engkau menjadi seseorang "tanpa nalar" di hadapan Tuhan? Maukah engkau menyerahkan hatimu sepenuhnya kepada Tuhan, dan mengabaikan posisimu di tengah manusia? Dari antara semua orang yang berhubungan denganmu, dengan siapakah engkau memiliki hubungan terbaik? Dengan siapakah engkau memiliki hubungan terburuk? Apakah hubunganmu dengan orang lain normal? Apakah engkau memperlakukan semua orang dengan setara? Apakah hubunganmu dengan orang lain dipertahankan sesuai dengan falsafah hidupmu, ataukah dibangun di atas dasar kasih Tuhan? Jika orang tidak memberikan hatinya kepada Tuhan, roh mereka menjadi tumpul, mati rasa, dan tidak sadar. Orang semacam ini tidak akan pernah mengerti firman Tuhan dan tidak akan pernah memiliki hubungan yang normal dengan Tuhan; watak orang semacam ini tidak akan pernah berubah. Perubahan watak seseorang merupakan proses memberikan hati sepenuhnya kepada Tuhan dan menerima pencerahan serta penerangan dari firman Tuhan. Pekerjaan Tuhan dapat memungkinkan orang untuk masuk secara aktif, juga memampukan mereka untuk membersihkan aspek negatif mereka setelah memperoleh pengetahuan tentang hal-hal itu. Ketika engkau mencapai titik di mana engkau memberikan hatimu kepada Tuhan, engkau akan mampu merasakan setiap gerakan halus dalam rohmu, dan engkau akan mengetahui setiap pencerahan dan penerangan yang engkau terima dari Tuhan. Berpeganglah pada hal ini, dan secara bertahap engkau akan memasuki jalan disempurnakan oleh Roh Kudus. Semakin hatimu dapat tenang di hadapan Tuhan, semakin rohmu peka dan lembut, dan semakin rohmu mampu merasakan bagaimana Roh Kudus menggerakkannya, dan kemudian hubunganmu dengan Tuhan akan menjadi semakin normal. Hubungan yang normal di antara manusia dibangun di atas dasar penyerahan hati mereka kepada Tuhan, dan bukan melalui upaya manusia. Tanpa Tuhan di dalam hati mereka, hubungan antarpribadi di antara manusia hanyalah hubungan daging. Hubungan itu tidak normal, melainkan menuruti hawa nafsu. Semua itu adalah hubungan yang dibenci Tuhan dan menjijikkan bagi Dia. Jika engkau mengatakan bahwa rohmu telah digerakkan, tetapi engkau selalu ingin bersekutu dengan orangorang yang kausukai, dengan siapa pun yang engkau kagumi, sedangkan jika ada orang yang sedang mencari tetapi engkau tidak menyukai mereka, engkau berprasangka buruk dan tidak ingin terlibat dengan mereka, ini semakin membuktikan bahwa engkau orang yang dikuasai emosimu dan engkau tidak sama sekali memiliki hubungan yang normal dengan Tuhan. Engkau sedang berusaha membohongi Tuhan dan menutupi keburukanmu sendiri. Bahkan sekalipun engkau dapat membagikan sedikit pemahamanmu, tetapi jika niatmu salah, semua yang engkau lakukan hanya baik menurut standar manusia. Tuhan tidak akan memujimu—engkau sedang bertindak sesuai dengan keinginan daging, bukan sesuai dengan beban Tuhan. Jika engkau mampu menenangkan hatimu di hadapan Tuhan dan memiliki interaksi yang normal dengan semua orang yang mengasihi Tuhan, barulah engkau layak untuk dipakai oleh Tuhan. Dengan demikian, bagaimanapun caramu bergaul dengan orang lain, itu tidak akan berdasarkan pada falsafah kehidupan, melainkan itu berada di hadapan Tuhan, kehidupan dengan cara yang mempertimbangkan beban-Nya. Berapa banyak orang di antaramu yang seperti ini? Apakah hubunganmu dengan orang lain benar-benar normal? Atas dasar apakah hubungan itu dibangun? Berapa banyak falsafah hidup yang ada di dalam dirimu? Apakah falsafah itu sudah dibuang? Jika hatimu tidak dapat sepenuhnya berbalik kepada Tuhan, engkau bukan berasal dari Tuhan—engkau berasal dari Iblis, dan engkau akan dikembalikan kepada Iblis pada akhirnya. Engkau tidak layak menjadi salah satu umat Tuhan. Semua ini membutuhkan pertimbanganmu yang saksama.

 

 

BAB 3

 PENUTUP

 

Demikian hasil dari laporan kegiatan Kunjungan kasih  yang telah kami selenggarakan. Puji Tuhan  secara umum acara berjalan lancar dan sukses. Mohon maaf apabila dalam penyelenggaraannya terdapat kekurangan.

Kami berharap pembaca bisa menyampaikan kritik atau saran. Terima kasih.

 

 

 

LAMPIRAN KEGIATAN

 

SAMBUTAN DARI KEPALA SEKOLAH YANG  MEWAKILI

 


MENAYANGKAN FILM PENDEK  TENTANG  MENGASIHI ORANG TUA, SESAMA DAN ALAM SEKITAR

 




GAME PENGENALAN TUBUH

 





Rabu, 18 Mei 2022

CONTOH VIDEO

Senin, 11 Februari 2019

ANALISIS RANGKAIAN OCL

  1. R1 (100K), berfungsi meredam hum / sinyal liar yang mungkin timbul terutama pada saat amplifier dihidupkan tanpa rangkaian input.
  2. C1 (100nF), sebagai kopling, menyalurkan sinyal ac (lebih dari 20Hz) dan menahan sinyal dc. 
  3. R2 (33)K, memberi bias ke basis TR1 sekaligus membuat kapasitor resonansi C2 lebih aktif. Gain bas bisa 2 hingga 4 kali lipat (sekitar 6dB) lebih kuat dari amplifier lain
  4. R6 (33K), resistor gain. Semakin besar nilainya semakin besar pula penguatannya. Penguatan & kejernihan suara berbanding terbalik. Jika rangkaian amplifier ini harus disupply dengan tegangan rendah, misal 12V ct 12V, maka sebaiknya R6 ini diganti dengan yang lebih kecil, misalnya dari 33K menjadi 10-12K
  5. R3 (560), kebalikan dari R6 
  6. C2 (47uF), kapasitor resonansi, hanya bekerja pada arus ac. Menjamin R3 supaya hanya meneruskan sinyal audio (di atas 20Hz) & menahan arus dc. 
  7. TR1, TR2 (A564), Stage input yang bekerja kebalikan. TR1 penguat non-inverting, sedangkan TR2 penguat inverting. Untungnya stage ini menggunakan transistor PNP. Transistor PNP biasanya jauh lebih linier, pemilihan komponen yang cerdas. 
  8. D1, D2, R4, R7, TR4, membentuk rangkaian regulator arus untuk mensupply stage input. Dioda ini tidak harus high speed, yang penting kuat membentuk tegangan sekitar 1.3V, amplifier lain malah mengganti dua dioda ini dengan satu biji led.
  9. R4 (10K), Bias D1 & D2, Semakin kecil semakin panas, semakin panas semakin jernih. Menjamin TR1 & TR2 tidak kekurangan arus. Kejernihan suara salah satunya ditentukan dari sini. Berfungsi juga untuk membuang muatan kapasitor power supply, penting pada saat rangkaian dimatikan dipegang untuk diperbaiki. 
  10. R10-R11 (100), C5-C6 (47uF), membentuk rangkaian filter dengung & osilasi yang mungkin terjadi dari kaki-kaki TR3 & TR4. Osilasi biasanya berupa sinyal ultra treble halus yang bisa membuat heatsink/transistor power lebih panas. 
  11. D3 D4, D5, membentuk regulator tegangan bias untuk TR5 & TR6 (pengganti baterai 1,8-2,1v) yang nilainya 3 x dioda = 1,8V - 2,1V. Pada rangkaian amplifier yang lain biasanya V bias ini di paralel dengan kapasitor 100nF-2u2 agar lebih stabil saat terkena guncangan sinyal yang berlebihan. 
  12. R12 (100), menjaga supaya nilai tegangan bias tidak lebih dari 2,1V. Tegangan bias ini bernilai tetap, berada di titik CT (kira kira -1V hingga +1V). Tegangan tetap ini terombang-ambing ke atas dan ke bawah seperti getaran daun speaker. Sebenarnya R ini bisa dihilangkan. 
  13. TR3 (D438), sebagai penguat sinyal tegangan (unbalanced). Menarik sinyal bias ke rel negatif supply. Sedangkan yang menjaga/ menarik sinyal bias ke rel positif supply secara otomatis adalah R8 (2K2) & R9 (4K7). Output antara rel positif dan rel negatif tegangannya mendekati simetris tetapi tidak sama kekuatan arusnya, oleh sebab itu perlu rangkaian penguat arus pertama (D313) sebelum diumpan ke transistor final. Untuk amplifier mosfet biasanya tidak perlu sepasang transistor ini (D313/B507) karena transistor final mosfet sudah cukup aktif diberi arus gate kecil, 0.1mA. 
  14. C3, mengatasi noise & osilasi pada TR3 
  15. C4 (47u), Bootstrap, menyesuaikan getaran tegangan bias tadi, biasanya kapasitor ini bernilai 22uF atau lebih. Jalur referensi yang dipakai bukan ground tetapi jalur speaker untuk mengimbangi getaran tegangan bias. Menyesuaikan kekuatan getaran bass pada saat konus speaker bergerak ke depan. 
  16. TR5 (B507) & TR6 (D313), sebagai penguat arus pertama. Seringnya transistor ini diganti dengan TIP41C/tip42C. 
  17. R13 & R14 (330), memberi supply arus ke TR5 & TR6 lewat emitornya masing-masing. Seringnya dua resistor ini hitam terbakar karena ketidaksesuaian antara getaran yang dikeluarkan amplifier dengan respon loudspeaker. Sebaiknya resistor ini diganti dengan daya 2 Watt karena terhubung seri terhadap beban/speaker. 
  18. R15 & R16 (0,5/5W), memberi supply ke TR7 & Tr8 lewat kaki emitor. Resitor ini bernilai kecil karena kita menginginkan arus besar, biasanya bernilai tidak lebih dari 0.5 Ohm. 
  19. TR7 (MJ2955) & TR8 (2N3055), transitor daya sebagai penguat arus terakhir. Sebenarnya transistor buatan ST ini sudah lebih dari cukup bagus, tetapi karena alasan model jadul, tegangan rendah (maksimal 32v ct), susah memasangnya & murah harganya banyak di antara kita memilih tranistor lain yang lebih mahal. Ada banyak keuntungan menggunakan transistor logam dari pada transistor plastik terutama untuk peralatan outdoor.

Selasa, 14 November 2017

MODUL A GAMBAR TEKNIK AUDIO VIDEO

BAB II
MATERI BIDANG KEAHLIAN

A.     GAMBAR TEKNIK
STANDAR  GAMBAR  DAN  SIMBOL  BERDASARKAN  ISO
Gambar teknik dijadikan sarana untuk mengkomunikasikan desain teknik.
Terkait dengantujuan ini maka gambar teknik haruslah mempunyai metoda yang
mudah  dikenal,  mudah  dipelajari,  dan  haruslah  dimengerti  oleh  semua  orang,
secara  internasional.  Sehingga  dalam  menggambar  diperlukan  adanya  standar
yang diacu, dan standarnya haruslah merupakan standar internasional, standard
yang  dimaksud  adalah  standard  organisasi  internasional  atau  ISO
Standarisasi gambar teknik berfungsi sebagai berikut: 
1)  memberikan    kepastian    sesuai    dan   tidak    sesuai    kepada   pembuat 
dan   pembaca gambar  dalam menggunakan  aturan-aturan  gambar
menurut standar. 
2)  menyeragamkan    penafsiran    terhadap   cara-cara   penunjukkan    dan 
penggunaan simbol-simbol    yang    dinyatakan    dalam   gambar   sesuai 
dengan  penafsiran standar. 
3)  memudahkan    komunikasi    teknis   antar   perancang/pembuat    gambar 
dengan pengguna gambar. 
4)  memudahkan    kerjasama   antara   perusahaan-perusahaan    dalam 
memproduksi benda-benda  teknik  dalam  jumlah  banyak  yang  harus 
diselesaikan  dalam waktu yang serempak. 
5)  memperlancar produksi dan pemasaran suku cadang alat-alat industri. 

Standarisasi    dalam   gambar    teknik    yang    telah    ditetapkan    di 
beberapa  negara industri maju adalah: 
1)    JIS  (Japanese  Industrial  Standards)  merupakan  standar  industrI  di 
negara Jepang. 
2)     NNI    (The   Netherlands   Standardization   Institute),    merupakan 
standarisasi  di negara Belanda. 
3)    DIN (Deutsches Institut für Normung), standarisasi di negara Jerman. 
4)    ANSI  (American  National  Standard Institute),  standarisasi  di  negara
       Amerika. 


Keterangan  yang  dicantumkan  dalam kepala gambar  harus merupakan
keterangan  yang  secara  umum  menunjukkan  isi  gambar,  yang  meliputi  hal hal sebagai berikut: 
1)  nomor gambar, 
2)  judul/nama gambar,
3)  nama instansi/perusahaan,
4)  skala,  
5)  nama  yang  menggambar,  yang  memeriksa  dan  yang  mengesahkan
     atau menyetujui, 
6)  cara proyeksi yang digunakan, 
7)  keterangan lainnya sesuai keperluan.

1.  Fungsi Gambar Teknik  
Gambar teknik merupakan alat untuk menyatakan ide atau gagasan
ahli  teknik.  Oleh  karena itu gambar  teknik  sering  juga  disebut sebagai
/bahasa teknik/ atau bahasa bagi kalangan ahli-ahli teknik.  Sebagai suatu
bahasa, gambar  teknik  harus dapat  meneruskan keterangan-keterangan
secara tepat  dan obyektif.   
a.    Sarana Penyampaian Informasi  
b.    Sarana penyimpanan data dalam bentuk  Informasi  Gambar 
Penyimpanan  gambar  ini  dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu: 
1)  Disimpan   dengan    dibendel   
2)  Untuk    menghemat    tempat,    gambar    difoto  
3)  Saat  ini  gambar dapat dibuat dengan  computer
c.    Konsep 

2.  Sifat Gambar Teknik
a.  Gambar Internasional 
b.  Gambar Popular
c.  Gambar Sederhana 
d.  Gambar Modern 





3.  Standar Ukuran Kertas Gambar
Kertas  gambar  mempunyai  ukuran  panjang  dan  lebar.  Sebagai 
ukuran pokok  dari  kertas  gambar,  diambil  ukuran  A0  yang  mempunyai 
luas  1  m2 atau  1.000.000  mm2.











Untuk    mendapatkan    ukuran    kertas   gambar    lainnya   adalah    dengan 
cara membagi dua panjangnya, sehingga ukuran: 
a.  A1 adalah ½ dari A0. 
b.  A2 adalah ½ dari A1. 
c.  A3 adalah ½ dari A2. 
d.  A4 adalah ½ dari A3.




                                Standar ukuran kertas 
Ukuran
Ukuran
Ukuran garis tepi
A0
841 mm
1189 mm
20 mm
10 mm
A1
594 mm
841 mm
20 mm
10 mm
A2
420 mm
594 mm
20 mm
10 mm
A3
297 mm
420 mm
20 mm
10 mm
A4
210 mm
297 mm

20 mm
10 mm
A5
148 mm

210 mm

20 mm
10 mm

4.  Jenis Jenis Garis
 Selain   pembakuan   ukuran   kertas   gambar,    jenis   garis   pada 
gambar   teknik  juga  dibakukan.  Terdapat   sedikit   perbedaan    jenis dan
fungsi garis pada  bidang  keteknikan. 
a.       Standarisasi Garis Gambar
Lebar garis ialah 10 % tinggi tulisan. Bila anda menggambar dengan
tinta cina atau komputer, lebar garis ini dapat diberikan sebelumnya,
misalnya: tinggi  tulisan 5mm,  lebar garis  0,5 mm.  Pada
penggambaran  dengan  pensil,  lebar garis  diperkirakan  dari
penglihatan, sedangkan lebar atau tebal garis dengan tinta atau CAD

Ada  lima jenis garis gambar masing masing dipaparkan berikut ini:
a)        Garis Gambar: Untuk membuat batas dari bentuk suatu benda dalam  
gambar.
b)        Garis Bayangan:  Berupa garis putus-putus dengan  ketebalan  garis
1/2 tebal  garis biasa.  Garis ini  digunakan  untuk  membuat  batas
sesuatu benda yang tidak tampak langsung oleh mata.
c)        Garis Hati:  Berupa garis ―  strip,  titik,  strip, titik ―  dengan  ketebalan
garis 1/2 garis biasa.  Garis ini  misalnya  digunakan  untuk
menunjukkan sumbu suatu benda yang digambar.
d)        Garis Ukuran:  Berupa garis tipis dengan  ketebalan  1 /  2 dari  tebal
garis biasa.  Garis ini  digunakan  untuk  menunjukkan  ukuran suatu
benda atau  ruang.


e)        Garis Potong: Garis ini  berupa garis ―strip,titik,titik,strip‖ dengan
ketebalan  1/2  tebal  garis biasa.  Semua gambar  teknik yang
dikehendaki  dengan  pemotongan,  batas potongan  harus digaris
dengan garis potong ini.





Garis gores dan garis bertitik  yang berpotongan, atau  bertemu,  harus
diperlihatkan  dengan  jelas titik  pertemuannya atau titik  perpotongannya,



b..      Ukuran Huruf  Standar 
Perbandingan  tinggi  dan  lebar huruf  diambil  dari  perbandingan
ukuran kertas yang distandarkan, yaitu  : Ketentuan    ketentuan ukuran  huruf  yang  dianjurkan 




                             Penerapan huruf dan angka standar







KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 : 
TEKNIK DAN  PRINSIP PENGGUNAAN  ALAT
GAMBAR MANUAL

1.    Busur Derajat 
Busur  derajat digunakan untuk  membagi  sebuah  sudut menjadi  sama
besar. Busur  derajat  pada  umumnya  terbuat  dari  plastik  atau  mika  bening 
serta dilengkapi    dengan   garis-garis   pembagi    mulai    dari    sudut 
0o    sampai  
dengan  180o  namun  ada pula yang  dimulai  dari  sudut 0o  sampai  dengan 360o,





Untuk  mengukur  besar  sudut  menggunakan  busur  derajat,  perhatikan
langkah-langkah berikut: 
a.       tempatkan pusat busur derajat pada titik sudut yang akan diukur. 
b.       tempatkan salah satu kaki sudutnya pada 0°. 
c.       bacalah  angka  pada  busur derajat  yang  dilalui  oleh  kaki  sudut  yang    
          lain. Angka inilah yang merupakan besar sudut itu.

2.  Kertas Gambar  
Jenis  kertas  gambar  yang  biasa  digunakan  pada  gambar  teknik  terdiri  atas tiga jenis, yaitu: 
akertas  bagan,  yaitu  kertas  gambar  putih  tebal  yang  mempunyai 
garis-garis horizontal dan vertikal dengan jarak 10 x 10 mm. Kertas
bagan ini berfungsi untuk membuat gambar sementara.
b.  kertas  putih  tebal,  yaitu  kertas  gambar  biasa  yang  sering 
                      digunakan untuk membuat gambar dengan skala dan ukuran yang
sebenarnya.



c.  kertas  kalkir,  yaitu  kertas  transparan  yang  biasa  digunakan 
untuk membuat gambar dengan tinta.






3.     Pensil Gambar  
a.      Pensil Gambar berdasarkan Bentuk  
1)  Pensil Batang 
Pada  pensil  ini,  antara  isi  dan  batangnya  menyatu. 




2)  Pensil Mekanik  
Pensil  mekanik,  antara  batang  dan  isi  pensil  terpisah.  Jika 
isi  pensil habis  dapat  diisi  ulang.






b.     Pensil Gambar berdasarkan Kekerasan  

keras
sedang
lunak
makin
keras
4H
makin
lunak
3H
makin
lunak
2B
5H
2H
3B
6H
H
4B
7H
F
5B
8H
HB
6B
9H
B
7B

4.   Penggaris T 
Penggaris   T    terdiri    dari    dua   bagian,    bagian    mistar   panjang    dan 
bagian  kepala   berupa    mistar    pendek   tanpa   ukuran   yang    bertemu 
membentuk  sudut  90°  antara kepala dan mistarnya. 




5.  Penggaris Siku 
Penggaris  siku  terdiri  dari  satu  penggaris  segitiga  bersudut  45°,  90°, 
45° dan   satu    buah    penggaris   bersudut    30°,    90°    dan   60°.   




6.    Jangka Gambar 
Jangka  adalah  alat  gambar  yang  digunakan  untuk  membuat  lingkaran
dengan  cara  menancapkan  salah  satu  ujung  batang  pada  kertas  gambar
sebagai    pusat   lingkaran    dan   yang    lain   berfungsi    sebagai    pensil    untuk menggambar garis.


  
7.  Mal Gambar 
a.  Mal Huruf dan Angka 




b.    Mal Lengkung 




c.  Mal Lingkaran 




d. Mal Bentuk  




e.    Mal Ellips 


  
8.  Rapido 
Rapido    adalah    alat    gambar    dengan    tinta   untuk    menggambar 
pada    kertas kalkir.   




  
9.  Papan dan Meja Gambar 




Kegiatan Pembelajaran 3
GAMBAR PROYEKSI

Proyeksi    adalah    gambar    dari    benda   nyata   atau   khayalan,    yang 
dilukiskan  menurut garis-garis pandangan  pengamat pada  suatu bidang  datar/
bidang  gambar.    Proyeksi    juga   berfungsi    untuk    menyatakan    wujud    benda 
dalam bentuk  gambar  yang  diperlukan.







1.    Proyeksi Piktorial 
Proyeksi    piktorial    adalah    cara   menampilkan   gambar    benda   yang
mendekati   bentuk    dan    ukuran   sebenarnya   secara   tiga    dimensi

dengan  pandangan   tunggal.   

 



  
a.  Proyeksi Aksonometri 
Proyeksi    aksonometri    merupakan    salah    satu   jenis   proyeksi 
piktorial. Proyeksi    ini    merupakan    proyeksi    gambar    dimana   bidang-
bidang    atau tepi  benda dimiringkan  terhadap bidang  proyeksi,  maka tiga
muka dari  benda   tersebut    akan    terlihat    serentak    dan    memberikan 
gambaran  bentuk  benda  seperti  sebenarnya.

 


b.  Proyeksi Isometri 



c.  Proyeksi Dimetri


 




d.  Proyeksi Trimetri 
 


e.  Proyeksi Miring (Oblique)
 

f.   Proyeksi Perspektif  

 

2.  Proyeksi Ortogonal    
Gambar  proyeksi  yang  bidang  proyeksinya mempunyai sudut tegak lurus
terhadap proyektornya. Proyektor adalah garis-garis yang memproyeksikan
benda terhadap bidang proyeksi.
 

a.  Proyeksi Eropa 
Proyeksi    Eropa   termasuk    kedalam   jenis   proyeksi 
ortogonal,    disebut juga proyeksi  sudut pertama atau  proyeksi
kwadran  I.

 

b.  Proyeksi Amerika 
Proyeksi  Amerika  disebut  juga  proyeksi  sudut  ketiga  atau 
proyeksi  kwadran    III, perbedaan    istilah    ini    tergantung    dari 
masing-masing  pengarang    yang    menjadi    refernsi.    Proyekasi 
Amerika  merupakan proyeksi  yang  letak  bidangnya  sama  dengan 
arah  pandangannya

 

Kegiatan Pembelajaran 4
GEOMETRI GAMBAR TEKNIK

Geometri Gambar Teknik
Dalam   menggambar    teknik    secara   manual,    seorang    juru   gambar 
harus  memiliki kemampuan  dalam  menggunakan  peralatan  gambar  secara 
optimal.

1.     Garis dan Sudut 
a.  Menggambar Garis Tegak Lurus  
1)     Letakkan  sisi  miring  segitiga  45o  -  45o  sedemikian  hingga 
 berimpit dengan  garis  1  yang  diketahui  dan  bagian  bawah 
 ditahan  oleh segitiga yang lain. 
2)    Putarlah  segitiga  45o - 45o  sebesar  90o  (  lihat  anak  panah 
B    )    maka sisi  miringnya akan  tegak  lurus garis l.  Geser
segitiganya (lihat anak panah b) bila perlu. 
3)    Tarik garis m.

  





b.  Menggambar Garis Miring



Kegiatan Pembelajaran 5
Gambar Proyeksi Isometri dan Ortogonal

Gambar Proyeksi Isometri dan Ortogonal



1.          Proyeksi Isometri

a.       Ciri Proyeksi Isometri 
1)    Ciri pada Sumbu  
·         Sumbu  x    dan  sumbu   y   mempunyai   sudut   30o terhadap   garis       mendatar. 
·         Sudut antara sumbu satu dan sumbu lainnya 120o
2)   Ciri pada Ukuran 
2.    Proyeksi Ortogonal  
Proyeksi    ortogonal    adalah    gambar   proyeksi    yang    bidang 
proyeksinya mempunyai    sudut   tegak    lurus   terhadap   proyektornya. 
Garis    garis  yang memproyeksikan  benda  terhadap  bidang  proyeksi 
disebut  proyektor.  Selain  tegak  lurus  terhadap  bidang  proyeksi,  garis 
  garis  proyektornya juga sejajar satu sama lain.



3.  Macam – Macam Pandangan 

Untuk  memberikan  informasi  lengkap  suatu  benda  tiga  dimensi 
dengan  gambar    proyeksi    ortogonal,    biasanya   memerlukan    lebih   dari 
satu  bidang proyeksi. 
a)    Gambar  proyeksi  pada  bidang  proyeksi  di  depan  benda  disebut
pandangan depan. 
b)    Gambar  proyeksi  pada  bidang  proyeksi  di  atas  benda  disebut
pandangan atas. 
c)    Gambar  proyeksi  pada  bidang  proyeksi  di  sebelah  kanan  benda
          disebut pandangan samping kanan.




KEGIATAN PEMBELAJARAN 6
MEMBUAT GAMBAR SKETSA

Dalam   menggambar    sketsa    teknik    anda   akan    belajar 
menggambar  dengan  arah pandang  isometri.  Biasanya  gambar  dengan 
pandangan    secara   isometri    dilihat  pada    posisi    miring   sehingga   arah 
pandangan    bisa   terlihat   dari    beberapa pandangan    yang    meliputi: 
pandangan  depan,  pandangan  atas  dan  pandangan samping.

1.      Menarik Garis Lurus Mendatar


2.      Menarik Garis Lurus Tegak 


3.     Membuat Lingkaran (Garis Lengkung


  
4.  Membuat Elips 


5.  Mensketsa Proyeksi Ortogonal 






6.  Toleransi dalam Gambar Teknik